Bulir bulir air mata mengalir dari kedua bola matanya yang indah. Ternyata, kebahagiaan itu hanya bersifat sementara. Hal yang bodoh jika ia terus berharap pada sesuatu yang tak pasti, yang kian menggerogoti hatinya dan menyakiti batinnya. Mengapa selalu saja pemuda itu menjatuhkan segala hal yang susah payah dibangun? Sesulit itukah untuk mengerti? Mengapa selalu saja terjadi kesalah pahaman dalam topik pembicaraan mereka?
Hari ini Evan marah padanya. Ya, kemarahan karena pertengkaran yang sepele. Menyebalkan jika topik obrolan sudah beralih pada obrolan tentang masa depan. Menyebalkan, karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Eithan mengerti bahwa Evan ingin bersamanya, ingin berada di satu kampus yang sama dengannya. Namun, Eithan sudah memiliki pilihan sendiri. Ia ingin sekali memasuki universitas negeri itu. Ia ingin melihat binar bangga di mata kedua orangtuanya. Bukannya ia tak mau untuk kuliah di universitas swasta bersama Evan, ia hanya ingin cita-citanya selama ini tercapai. Ia ingin sungguh-sungguh dalam menghadapi kuliahnya. Ia tak ingin lagi dilecehkan orang-orang sekitarnya yang tak tahu sama sekali cerita tentang hidupnya.
Mengapa sulit sekali membuat Evan untuk mengerti akan hal itu? Apakah Eithan pernah marah dan meninggalkannya ketika pemuda itu tak berhasil memasuki universitas negeri? Eithan mengerti bahwa Evan khawatir jika Eithan akan tergila-gila pada pemuda lain di kampusnya. Tapi hal itu sama sekali tidak mungkin terjadi. Apakah Evan telah lupa segala hal yang dia lalui bersama Eithan? Eithan masih tetap di sini dan bertekad untuk menjaga hatinya hanya untuk Evan. Eithan hanya ingin Evan tahu bahwa jarak tak mempengaruhi rasa sayangnya terhadap Evan.
Cobaan-cobaan yang hadir dalam hubungan mereka berdua bukanlah hal yang mudah, namun Eithan tetap percaya bahwa dirinya dan Evan pasti bisa melalui hal tersebut. Kini, Eithan ingin Evan pun percaya. Percaya pada dirinya. Percaya pada ketulusan cintanya. Percaya pada hubungan mereka berdua. Karena sesungguhnya cinta sama sekali tak mengenal kata ragu.
"Every friendship, every relationship, is bound to fall apart when you start keeping things to yourself. Secrets don't destroy things...but suspicion does.." - Anonymous.


0 comments:
Posting Komentar