BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 29 Maret 2013

Hanya Karangan Bodoh (Another Chapter)


“Aku perlu bersyukur pada Tuhan,” ucap Eithan dalam hati. 

Malam ini Evan menghubungi Eitan dari ponselnya. Evan tengah berada di kampung halaman Eithan. Pemuda itu mengikuti touring bersama club motornya. Dikarenakan rasa rindu yang menyelimuti hati, Evan menelepon Eithan. Malam ini Evan tidak membuat Eithan terjatuh lagi. Malam ini Evan berhasil meyakinkan Eithan bahwa pemuda itu benar-benar menyayangi Eithan. 

“Aku menyayangimu,” ungkap Evan pada Eithan
.
“Bagaimana dengan mantan kekasihmu? Tentu kau pernah menyayanginya bukan? Bagaimana dengan Selina?” tanya Eithan. Selina adalah mantan kekasih Evan yang terakhir. Gadis itu pernah berseteru dengan Eithan karena dia tak dapat menerima kenyataan bahwa Evan sangat menyayangi Eithan.

“Oh, kurasa kau perlu tahu akan masa laluku dengan Selina. Jujur saja, aku terpaksa menjadi kekasihnya. Aku tak enak pada temanku yang saat itu mendukungku untuk menjadi kekasihnya. Aku sama sekali tak pernah menyayanginya. Kurasa aku agak muak dengannya. Dia merasa dirinya begitu cantik padahal kenyataannya berkebalikan,” ujar Evan.

“Dan apakah saat kau dekat dengannya kau tahu bahwa dia suka padamu?” tanya Eithan.

“Ya, aku tahu. Tapi aku tak peduli. Bukankah sudah kubilang bahwa hanya dirimu yang ada dalam memoriku sejak bulan Juli tahun 2010? Aku selalu memperhatikanmu, Eithan. Meski aku tak berani mengungkapkannya karena merasa tak pantas untukmu,” terang Evan.

“Jadi, kau tidak terpaksa menjadi kekasihku?” 

“Tentu saja tidak. Bahkan seandainya jika kau suruh aku untuk melupakanmu, aku tak akan bisa. Kau bagai narkotika untukku. Aku tak bisa jika tanpa kamu.”

“Tapi kau selalu saja membuatku sedih.”

“Aku tahu. Maafkan aku. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu. Maaf jika aku kekanak-kanakan,” ungkap Evan.

“Maafkan aku juga jika aku egois dan terlalu mengekangmu,” balas Eithan.

“Kau tahu, Eith? Kau itu cantik. Tidak hanya dari parasmu, namun dari hatimu. Kau tetap ada disisiku seraya menggenggam jemariku di saat aku telah menjadi yang terburuk. Mereka tidak akan mungkin melakukan apa yang kau lakukan. Kebaikan dan kecantikanmu mengalahkan mereka yang pernah dekat denganku. Itulah alasan mengapa aku selalu terpaku padamu. Dan aku tidak bohong, kau tahu itu,” kata Evan.

Eithan tahu benar bahwa Evan berkata jujur. Pemuda itu tidak pernah membohonginya. Selalu saja jika ada yang membuat Eithan ragu tentang Evan, gadis itu pasti mencari tahu kebenarannya dan pada akhirnya dia tahu bahwa Evan tidak pernah membohonginya. Eithan mengerti, dirinyalah yang dipilih oleh Evan sejak awal. Dirinyalah yang selalu ada dalam pikiran dan relung hati Evan. Sungguh Evan sangat menyayanginya. Malam ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah kisah cintanya bersama Evan, Eithan merasa begitu bahagia. 

“Terima kasih, Tuhan,” ungkap Eithan dalam hati.

0 comments: